Jember, Pak JITU.com – Megawati Hangestri Pertiwi, Pemain Voli asal Kecamatan Kaliwates yang berhasil menjadi salah satu atlet bintang di klub Liga Voli Korea Jung Kwan Jang Red Sparks, terlihat memenuhi undangan Bupati Jember H. Hendy Siswanto. Minggu siang (7/4/2024).
Wanita berjuluk Megatron karena punya skill spike yang kuat ini tiba di Jember pada hari Minggu 31 Maret 2024.
Wanita kelahiran 20 September 1999 itu terlihat cantik mengenakan pakaian berwarna hitam dengan kerudung berwarna coklat ke abu-abuan.
Bupati Jember H. Hendy Siswanto bersama Istri Kasih Fajarini saat mengobrol dengan Megawati. foto: SS Video IG @fans_base_red_spark
H. Hendy Siswanto menyambut kedatangan Megawati di Pendopo Wahya Wibawa Graha dengan ditemani istri Kasih Fajarini, yang terlihat mengenakan pakaian berwarna krim dengan menyangkutkan kacamata di dahinya.
foto: SS Video IG @fans_base_red_spark
Gaya berpakaian Ketua TP PKK Kabupaten Jember saat menemui Megawati ini menuai banyak komentar miring dalam video yang diunggah oleh akun instagram @fans_base_red_spark pada minggu (7/4/2024) itu.
“Salah Fokus (Salfok)” pada dandanan Ibu Bupati Kasih Fajarini menjadi salah satu komentar yang banyak terlihat, dalam unggahan ulang dari video yang diunggah oleh akun pribadi Bupati Jember @HENDY_SISWANTO.
“Nontonnya mega, salfoknya k ibu2 istri pejabat,” tulis @icutculuun pada komentar video reel yang sampai saat berita ini ditulis sudah di tonton sebanyak 96,2 ribu kali, dan 3.539 like itu.
“Ibu ibu itu siapa yak,” tulis akun @benny_kriting.
“Fokus sama ibu bupati norak banget pakai kacamata pas ada tamu..,” komentar @ikzhancelebes.
Salah satu komentar yang mendapat banyak balasan adalah komentar @farina_achmad yang menganggap Kasih Fajarini tidak sopan menemui tamu dengan menaruh kacamata di dahi.
“Kacamata nya di copot Bu. Tidak sopan ketemu tamu pakai kacamata seperti itu norak,” tulisnya.
Komentar @farina_achmad ini selain diamini oleh komentator lain, juga mendapat sanggahan, “so iye loe, julid ajah blok,” balas @joan.na3922.
“cuma di kamu kaca mata jadi alasan ga sopan,” bela akun @lakan_kana01.
Mendapat bantahan atas komentarnya @farina_achmad pun mencoba mendebat mereka, menurutnya gaya Kasih tidak pada tempatnya, karena sedang menemui tamu didalam ruangan bukan sedang jalan-jalan dipantai.
“salah tempat bro. Model ibu pejabat yang harus jadi panutan masa berpenampilan seperti itu. Kasih contoh yang terbaik pada masyarakat. Bagiku itu tidak sopan, di kenakan ketika saat menemui tamu. Kalau di kenakan semestinya tidak mengapa, tetapi kalau di kenakan untuk gaya jelas norak, karena saat itu bukan sedang jalan jalan ataupun sedang di pantai,” bantahnya.
Berbeda dengan komentator lainnya, akun @rthef92 justru tidak hanya mengomentari, namun juga memberi masukan, “mau komentarin mega, mlh salfok ke ibu2 itu. klo sdh tua mending berpakaian yg lbh sederhana, k sederhanaan bkn brti kampungan jk kita bsa memadukn warna dan model pkaian dgn baik.berpenampilan sederhana mlh akn membuat org itu lbh anggun utk d Iht.” sarannya.
Terlepas dari polemik gaya fashion Kasih yang dianggap sebagian warganet sebagai gaya ibu-ibu sosialita itu, ada juga yang tidak gagal fokus dengan mengapresiasi keberhasilan Megawati yang telah mengharumkan Kabupaten Jember tidak hanya di dalam negeri tapi juga di kancah Internasional. (*)
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa ba...
Mendekonstruksi Wajah “Wakil Tuhan”: Antara Jeruji dan Integritas Progresif Oleh: DODIK PUJI BASUKI, SH., MH. Tragedi OTT yang menyeret pimpinan Pengadilan Negeri Depok pada Februari 2026 ini bukan sekadar skandal sua...
Jember, Pak JITU.com – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Jember mengeluhkan belum terbitnya izin penggunaan lahan milik PTPN I Regional 5 Jember untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, surat permohonan yan...
Jember, Pak JITU.com – Bantahan Kepala Desa Karangsono, Mohammad Ahrul Fatah, terkait tudingan pemalsuan tanda tangan dalam berita acara Musyawarah Desa (Musdes) tertanggal 13 Agustus 2025, mendapat sanggahan dari Ketua Badan Perm...
Dwi-Tunggal, Etika dalam Malfungsi Birokrasi Oleh: Dodik Puji Basuki, S.H., M.H. Pemerintahan daerah dwi-tunggal bukan sekadar nomenklatur administratif, melainkan mandat sosiologis yang lahir dari kepercayaan publik. Namun, din...
JEMBER, Pak JITU.com – Komisi B DPRD Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di tiga desa di Kecamatan Bangsalsari, Selasa (3/2/2026). Sidak ini merupakan tindak...
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa basis data yang terver...