Beranda / Kesehatan / PMI Asal Jember Koma di Jeddah, RS Bina Sehat Siap Bantu Pemulangan

PMI Asal Jember Koma di Jeddah, RS Bina Sehat Siap Bantu Pemulangan

Jember, Pak JITU.com – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember, Jawa Timur, Ny. Endang Palupi (51), dikabarkan terbaring koma dan menggunakan ventilator di Rumah Sakit King Fahd, Jeddah, Arab Saudi.

Dalam sebuah assessment yang beredar melalui pesan berantai Endang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami perdarahan otak dan kini kondisinya masih belum sadar.

Endang Palupi, yang beralamat di Dusun Karang Templek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Jember, disebutkan memiliki status BPJS PBI aktif dengan PPK 1 di Puskesmas Andongsari.

Menurut kronologi yang disampaikan oleh putrinya, Himatul Aliyah, pada tanggal 20 November 2025, ibunya mengeluh pusing dengan tekanan darah tinggi mencapai 245/100 mmHg, namun tidak sempat dibawa berobat. Puncaknya, pada 3 Desember 2025, Endang ditemukan tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke RS Haisyafa Jeddah. Hasil CT Scan menunjukkan adanya perdarahan di otak, yang kemudian diikuti dengan tindakan operasi pada malam harinya.

“Tanggal 4 Desember jam 9 malam sempat sadar sebentar lalu tidak sadar kembali,” ujar Himatul.

Sempat ada sedikit harapan pada 5 Desember 2025 ketika Endang sadar dan mampu menggenggam tangan majikannya, namun setelah itu ia kembali tidak sadar hingga saat ini.

Informasi terakhir yang diterima keluarga, Endang telah dipindahkan dan dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) swasta di Rumah Sakit King Fahd.

Himatul Aliyah, membenarkan kabar tersebut saat dihubungi Pak JITU.com (13/1w/2025), dan menyatakan harapan agar ibunya dapat segera dipulangkan ke Jember untuk menjalani perawatan.

Namun, keinginan keluarga untuk memulangkan Ny. Endang terkendala oleh kondisi pasien. Pihak RS maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menolak opsi pemulangan hingga pasien sadar dan kuat melakukan perjalanan jauh.

BACA JUGA :   Anggota DPR PKB Resmikan Dapur MBG di Jember, Dorong Gizi dan Ekonomi Lokal

“Dari RS menyampaikan jika ingin dibawa pulang, kondisi pasien harus sudah sadar, tidak menggunakan ventilator, dan bisa duduk di pesawat,” jelas Himatul. Syarat serupa juga disampaikan oleh KJRI, yang mensyaratkan pasien minimal bisa duduk selama 7-9 jam penerbangan dari Jeddah ke Jakarta dan tidak menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator).

Himatul Aliyah juga berharap ada bantuan untuk menanggung biaya pemulangan ibunya.

Menanggapi hal ini, Owner RS. Bina Sehat Jember dr. Faida MMR, mengaku pihaknya siap membantu ambulance dan tenaga medis dari Jakarta ke Jember.

BACA JUGA :   Desa Klatakan Capai Zero AKI AKB, Kolaborasi Desa-Puskesmas Jadi Kunci

“Bisa (dipulangkan) kalau pasiennya (sudah bisa) duduk, Kalau tidak bisa duduk tidak bisa naik pesawat umum,” jelas dr. Faida (17/12/2025)

Mantan Bupati Jember ini juga menyebut sudah biasa membantu pemulangan PMI, “Sudah berkali-kali,” ujarnya seraya menunjukkan 2 video Ambulance Merah Putih milik Klinik Bina Sehat saat melakukan penjemputan jenazah PMI asal Kecamatan Sumberbaru secara gratis pada 30 November lalu.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat, S.E., mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga pasien dan telah meneruskan komunikasi dengan pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta.

“Masih ditangani teman-teman perwakilan KBRI. Kalau sudah kuat penerbangan 10 jam langsung dipulangkan ke Indonesia, dari Kementerian Imigran,” jelas kader Partai Golkar yang akrab disapa Gus Birbik itu pada Selasa malam (16/12/2025), mengindikasikan bahwa upaya pemulangan akan dilakukan setelah kondisi medis Ny. Endang Palupi memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh. (Nung/Yunus)

Keterangan foto: Kondisi terakhir Ny. Endang Palupi di RS. King Fahd Jeddah

[fb_button]

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya