Jember, Pak JITU.com – Korp Pengawas Pemilu (Kowaslu) 2024, bentukan Dima Akhyar, mantan ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, pada Pemilu tahun 2014 dan Pemilukada tahun 2015 lalu itu, kini mulai mengembangkan sayap ke pelosok-pelosok desa.
Untuk mempermudah jangkauan, Kowaslu 2024 yang punya visi membangun partisipasi masyarakat dalam mensukseskan pemilu yang jujur dan adil tersebut, berkolaborasi dengan Laskar Jawara, sebuah kelompok masyarakat pelestari budaya nusantara yang didirikan oleh Nurdiansyah Rahman, yang sekaligus adalah ketua pamong kebudayaan kabupaten Jember.
“Kowaslu ini gerakan sipil masyarakat untuk menjadi bagian dalam ikhtiar dalam pemilu 2024 yang tahapannya sedang berlangsung ini, bisa berlangsung dengan lebih baik, berkwalitas dan memiliki integritas, sehingga hasilnya akan dipercaya oleh masyarakat,” jelas Dima pasca acara ngopi bareng Laskar Jawara (4/2/23).
Cak Nung & Dima Akhyar saat menyampaikan gagasan
“Laskar Jawara sebagai salah satu kekuatan sipil masyarakat, tentu menjadi bagian subyek yang sangat strategis untuk kita bekerjasama mewujudkan hal-hal seperti yang sudah saya sebutkan itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut dima menjelaskan bahwa Kowaslu terus bergerak dan membangun komunikasi dan koordinasi serta membangun kerjasama dengan masyarakat dan kelompok-kelompok sipil masyarakat.
“Harapannya masyarakat tidak hanya menjadi objek di setiap momen penting kebangsaan dan kenegaraan,” ujar Dima melengkapi.
Ditempat yang sama, Pendiri Laskar Jawara Nurdiansyah Rahman, menjelaskan bahwa Laskar Jawara terbentuk dengan proses yang sangat panjang, Visi utamanya adalah membangun perubahan peradaban khususnya di kabupaten Jember.
“Perubahan peradaban dalam pendidikan, ekonomi, seni budaya, kerohanian dan media,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Nung itu.
“Laskar Jawara itu sudah menyeluruh, masing-masing kecamatan sudah ada 10 anggota, artinya sudah ada 310 orang Di kabupaten Jember, harapannya kedepan melalui Laskar Jawara ini kita rubah nilai tawar masyarakat, agar tidak lagi menjadi obyek dalam proses politik khususnya di wilayah Kabupaten Jember,” Pungkasnya. (md)
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa ba...
Mendekonstruksi Wajah “Wakil Tuhan”: Antara Jeruji dan Integritas Progresif Oleh: DODIK PUJI BASUKI, SH., MH. Tragedi OTT yang menyeret pimpinan Pengadilan Negeri Depok pada Februari 2026 ini bukan sekadar skandal sua...
Jember, Pak JITU.com – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Jember mengeluhkan belum terbitnya izin penggunaan lahan milik PTPN I Regional 5 Jember untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, surat permohonan yan...
Jember, Pak JITU.com – Bantahan Kepala Desa Karangsono, Mohammad Ahrul Fatah, terkait tudingan pemalsuan tanda tangan dalam berita acara Musyawarah Desa (Musdes) tertanggal 13 Agustus 2025, mendapat sanggahan dari Ketua Badan Perm...
Dwi-Tunggal, Etika dalam Malfungsi Birokrasi Oleh: Dodik Puji Basuki, S.H., M.H. Pemerintahan daerah dwi-tunggal bukan sekadar nomenklatur administratif, melainkan mandat sosiologis yang lahir dari kepercayaan publik. Namun, din...
JEMBER, Pak JITU.com – Komisi B DPRD Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di tiga desa di Kecamatan Bangsalsari, Selasa (3/2/2026). Sidak ini merupakan tindak...
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa basis data yang terver...