Jember, Pak JITU.com – Tahapan pemilu yang sedianya dijadwalkan terselenggara pada pebruari 2024 mendatang sudah dimulai, banyaknya kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pesta demokrasi ini menuntut masyarakat untuk ambil bagian dari terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil.
Untuk mengakomodir keterlibatan masyarakat pada pemilu 2024 mendatang, Mantan ketua bawaslu Jember, Dima Akhyar SH, membentuk Korps Pengawas Pemilu 2024 (KOWASLU).
Minggu 11/12/22 lalu. Dima laksanakan Orientasi & Pembekalan kepada sedikitnya 120 orang calon anggota Kowaslu, agar mereka mengetahui dan memahami proses-proses pemilu, berikut sejauh mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut?
Menurut Dima, potensi-potensi kecurangan dalam pemilu itu bisa mungkin terjadi dalam setiap tahapan-tahapan, partisipasi Masyarakat dapat memperkecil peluang terjadinya kecurangan-kecurangan tersebut.
“Kowaslu ini sebenarnya adalah wadah dari masyarakat sipil, yang memiliki niat, memiliki keinginan yang sama untuk turut mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil”. Jelas Dima, saat kami temui disalah satu rumah makan diwilayah Ajung Kabupaten Jember.
“Kita ingin menjadi bagian yang bisa memberikan kontribusi, sedikit atau banyak untuk mewujudkan pemilu yang kita harapkan tersebut”. Lanjut Dima dengan bersemangat
Mantan ketua Bawaslu kabupaten Jember ini juga menceritakan pengalamannya selama menjadi Bawaslu, dimana partisipasi masyarakat itu memang sudah menjadi keharusan dalam pelaksanaan pemilu, menurutnya, Bawaslu punya personil yang terbatas, sedang potensi kecurangan dalam pemilu itu bisa terjadi di semua tahapan, bukan hanya sekedar saat pemilihan di TPS saja.
“Secara teknis tentu pertama kita peduli terhadap proses-proses, setiap tahapan penyelenggaraan pemilu yang berlangsung”. Urai Dima
Kowaslu menurut menurut pria berkacamata ini, adalah salah satu bentuk tanggung jawab sebagai warga negara, sekaligus wadah bagi masyarakat yang punya cita-cita dan keinginan yang sama untuk terwujudnya proses demokrasi yang sesuai harapan bersama.
Lebih lanjut Dima berharap partisipasi masyarakat melalui Kowaslu dapat menjadi sesuatu yang signifikan untuk menekan potensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024 mendatang. (Muhammad)
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang ber...
Jember, Pak JITU.com – Pemerintah Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, membantah isu yang menyebut adanya perangkat desa yang merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepala Desa Cangkr...
Jember, Pak JITU.com – Polemik tertundanya pencairan anggaran rutin Pemerintah Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, yang sempat berdampak pada penghentian sementara pelayanan kepada masyarakat, mulai menemukan titi...
Jember, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan jurnalis dan aktivis sosial politik di Kabupaten Jember. Pria kelahiran Nganjuk sekitar 50 tahun silam itu kini kembali menarik perhatian ...
JEMBER, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta, SH mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Mantan wartawan Jawa Pos Radar Jember tersebut resmi mendaftarkan diri...
Jember, Pak JITU.com– Penghentian sementara pelayanan administrasi di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, disebut bukan disebabkan oleh tidak adanya dasar hukum untuk pencairan anggaran desa, melainkan karena piha...
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang berhasil membangun audi...