Beranda / Uncategorized / Tak Sesuai Spek, Galvalum Revitalisasi SDN 1 Karangduren Dibongkar

Tak Sesuai Spek, Galvalum Revitalisasi SDN 1 Karangduren Dibongkar

Jember, Pak JITU.com – Baja Ringan yang sudah terpasang dalam Proyek Revitalisasi di SDN 1 Karangduren dibongkar.

Ruang kelas SDN 1 Karangduren setelah baja ringannya dibongkar

Pembongkaran baja ringan (galvalum) ini disebutkan oleh Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan atau Program Percepatan Pembangunan Strategis Pemerintah), Ahmad Bustomi, dikarenakan spesifikasinya tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya).

“Senin kemarin sudah dinaikkan, setelah dinaikkan speknya (spesifikasi) itu yang dari pihak toko itu kurang, seharusnya yang dikirim (ke) kita itu (ketebalannya) 1 (mili meter), dari pihak toko itu 0,75 (mm),” kata Ahmad, Jumat, (21/11/2025).

Ahmad mengaku tidak tahu menahu perihal ketidak sesuaian spesifikasi galvalum yang dipasang karena dirinya bukan tukang. Ia baru menyadari setelah Konsultan Pengawas mengetahuinya, “(pengawas) Bongkar saja sudah pak! langsung nanti pihak tokonya dihubungi,” katanya

Ia menambahkan bahwa pengerjaan revitalisasi 4 ruang kelas dengan anggaran hampir Rp600 juta itu selalu berada dalam kontrol pengawas.

Ditanya siapa dan dimana baja ringan itu dibeli, Ahmad mengaku tidak tahu, “Kalau itu, apa namanya, bendahara dengan kepala sekolah, kalau saya tinggal pelaksana saja,” ujarnya.

Pendamping Konsultan Pengawas revitalisasi sekolah dasar yang berada di sebelah timur pasar Karangduren, Kecamatan Balung, Jember, itu membenarkan bahwa ketidak sesuaian spesifikasi sebagai alasan pembongkaran baja ringan itu.

“Ya karena memang enggak cocok dengan speknya mas,” kata pendamping pengawas yang menolak disebut namanya itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon sesaat setelah mewawancarai Ahmad.

Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh, menurutnya dirinya hanya sebagai pendamping pengawas dan meminta media ini konfirmasi langsung ke Kepala Pengawasnya. Namun saat diminta kontak pengawas dimaksud sampai saat berita ini ditulis belum dikirimkan.

BACA JUGA :   Warga Langkap Pilih Berhenti Dari PT Tempurejo, Ada Apa?

Masih dihari yang sama, Sodiq Kepala Sekolah SDN 1 Karangduren saat dihubungi melalui nomor pribadinya menolak untuk diwawancara secara visual, ia hanya menyampaikan bahwa galvalum yang di bongkar akan diganti oleh yang belanja. Namun ia mengaku lupa siapa nama yang belanja baja ringan itu.

Sodiq juga mengaku tidak tahu toko tempat baja ringan itu dibeli.

 

Tanggapan Ahli Baja Ringan

Jay Rahmadi, Ketua asosiasi aplikator baja ringan tersertifikasi saat dimintai tanggapan menyayangkan kejadian di SDN 1 Karangduren itu.

“Jangan hanya demi meraup keuntungan dari proyek revitalisasi, oknum Kepala Sekolah mengabaikan aturan belanja bahan dan aplikasinya. Ini menyangkut nyawa banyak siswa, apa tidak cukup kejadian atap runtuh seperti di SD Keting 2 Jombang dan runtuhnya Kantor Kecamatan Jenggawah tahun 2019 lalu, nunggu banyak yang mati dulu untuk sadar?,” ujarnya.

“Belanja dan pakai jasa aplikator tersertifikasi memang lebih mahal sedikit, tapi jelas bahannya bergaransi resmi perusahaan dan dapat garansi juga dari aplikatornya,” imbuhnya.

Pria yang saat ini menetap di Tegal Besar, Jember, itu melanjutkan, bahwa garansi resmi baja ringan dan memakai jasa aplikator bersertifikat itu syarat mutlak dalam aplikasi Galvalum.

BACA JUGA :   Puluhan Bantuan Alat Pertanian di Kepanjen Raib, Siapa Gelapkan?

“Makanya saya bingung mas, kok berani-beraninya oknum Kepala Sekolah itu beli bahan sendiri dan pasang sendiri, padahal Garansi Resmi bahan dan garansi aplikator itu nantinya harus dilampirkan dalam pelaporan,” cetusnya.

“Saya ketua asosiasi aplikator baja ringan di Jember, jadi saya tahu betul siapa saja yang bersertifikat. Dan hitungan saya di Jember ini hanya sekitar 30 persen sekolah penerima revit yang pakai aplikator resmi, sisanya entahlah? ngeri pokoknya,” pungkasnya. (Yunus)

[fb_button]

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya