Jember, Pak JITU.com – Penemuan jenazah bayi perempuan di pintu intake No. 5 Dam Sungai Bedadung, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji pada Senin pagi (29/12/2025), menjadi alarm keras bagi masyarakat Jember. Kasus ini resmi menjadi kejadian ke-12 dalam catatan aksi pembuangan bayi di wilayah tersebut sejak Desember 2024.
Jenazah bayi malang tersebut ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh Bayu (60), seorang warga yang hendak memancing. Saksi terkejut melihat sesosok bayi tersangkut di area pintu air dam yang tak jauh dari pemukiman.
Kapolsek Rambipuji, AKP Eko Yulianto, kepada awak media mengonfirmasi bahwa bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. “Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi diperkirakan berusia sekitar sembilan bulan,” ungkapnya. Saat ini, pihak kepolisian bersama Unit Inafis Polres Jember tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
12 Kasus dalam 12 Bulan
Penemuan di Rambipuji ini melengkapi rangkaian panjang kasus pembuangan bayi yang tersebar di berbagai kecamatan di Jember sepanjang satu tahun terakhir:
-
9 Des 2024 – Aliran Sungai Dusun Maduran Kecamatan Balung
-
31 Des 2024 – Semak-semak irigasi dekat KUD Jelbuk Kecamatan Jelbuk
-
25 Jan 2025 – Saluran irigasi Padukuhan Karangjati Kecamatan Tanggul
-
2 Feb 2025 – Aliran Sungai Bondoyudo Kecamatan Semboro
-
20 Feb 2025 – Galian pondasi gudang Desa Andongsari Kecamatan Ambulu
-
21 Mar 2025 – Sungai Pringtali Desa Mrawan Kecamatan Mayang
-
22 Apr 2025 – Teras toko warga Ajung Kecamatan Ajung
-
7 Sep 2025 – Sungai Bedadung, Jubung Kecamatan Sukorambi
-
18 Okt 2025 – Selokan Dusun Rowotengu Kecamatan Semboro
-
5 Des 2025 – Pemakaman Dusun Besuk Kecamatan Ajung
-
22 Des 2025 – Pemakaman Dusun Pasirian Kecamatan Sumberbaru
-
29 Des 2025 – Dam Sungai Bedadung, Rowotamtu Kecamatan Rambipuji
Dari data di atas, terlihat pola yang memprihatinkan di mana saluran air (sungai dan irigasi) menjadi lokasi yang paling sering dipilih untuk membuang jenazah bayi. Selain itu, bulan Desember 2025 tercatat sebagai periode paling kelam dengan temuan 3 kasus dalam satu bulan saja.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan keterangan saksi dan hasil visum medis untuk menindaklanjuti fenomena sosial yang menyayat hati ini. (Yunus)
[fb_button]