Beranda / Transportasi / Gus Fawait Serukan Hemat BBM, DPRD Jember Temukan Dugaan Penimbunan Solar

Gus Fawait Serukan Hemat BBM, DPRD Jember Temukan Dugaan Penimbunan Solar

JEMBER, Pak JITU.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menyerukan pentingnya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian kondisi global akibat konflik di Timur Tengah. Melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (14/3/2026), bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mulai melakukan langkah efisiensi.

Menurutnya, ketegangan internasional berdampak langsung pada kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya membebani anggaran subsidi BBM di Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam penggunaan energi.

“Arahan Presiden semalam jelas, kita harus melaksanakan efisiensi. Saya sangat setuju, dan kita mulai dari Jember,” ujar Gus Fawait.

Ia juga menegaskan pentingnya kekompakan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. “Kita harus hemat dan tetap satu komando,” imbuhnya.

Sebagai langkah konkret, Gus Fawait menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember untuk menerapkan pola kerja yang lebih efisien. Salah satunya dengan membiasakan penggunaan satu kendaraan untuk beberapa pejabat saat menghadiri kegiatan dinas atau carpooling kendaraan dinas.

Bupati Jember itu juga mewacanakan penerapan work from home (WFH) secara terbatas guna mengurangi mobilitas kendaraan dinas. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi BBM sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan gaya hidup hemat energi.

Namun demikian Gus Fawait mengatakan stok BBM di Jember masih aman “Kalau stok BBM Indonesia termasuk Jember masih sangat aman,” kata Fawait.

Seruan penghematan BBM tersebut muncul di tengah kabar dugaan penimbunan BBM bersubsidi yang sebelumnya ditemukan oleh anggota DPRD Jember David Handoko Seto.

Politisi dari Fraksi NasDem itu mengaku mengalami kejadian menegangkan saat berusaha mengungkap dugaan praktik penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di sebuah SPBU wilayah Tegal Besar, Kecamatan Sumbersari, pada Sabtu dini hari (14/3/2026).

BACA JUGA :   Catat Tanggalnya! THR PPPK Paruh Waktu Jember Cair Pekan Depan

David menuturkan, saat berada di lokasi ia melihat sebuah truk melakukan pengisian solar dengan cara tidak wajar menggunakan beberapa tangki yang telah dimodifikasi di bagian dalam kendaraan.

“Di lokasi saya melihat satu truk sedang mengisi BBM dengan empat tangki yang sudah dimodifikasi di bagian dalam,” ungkapnya.

Ia kemudian berusaha mengikuti truk tersebut. Pengejaran disebut berlangsung dari wilayah Sumbersari hingga Ambulu. Dalam proses itu, David mengaku mengalami tindakan kekerasan.

Menurutnya, mobil yang ia kendarai sempat ditabrak oleh truk tersebut. Saat berhenti di sekitar jembatan, ia juga mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan pengemudi truk.

“Setelah saya menabrak pembatas jembatan itu, anak-anak muda itu justru mengeroyok saya,” ujarnya kepada awak media.

“Dikeroyok benar saya dan dipukul,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, David mengaku telah melaporkan dua perkara ke pihak kepolisian, yakni dugaan penjualan BBM ilegal serta dugaan percobaan pembunuhan.

BACA JUGA :   LSM TraPP Jember Pertanyakan Menu dan Anggaran Program MBG

Temuan ini menunjukkan bahwa potensi kebocoran distribusi BBM bersubsidi masih terjadi di lapangan. Masyarakat pun kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap jaringan mafia BBM, sejalan dengan seruan efisiensi energi yang dicanangkan oleh Bupati Jember.

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya