Jember, Pak JITU.com – Muhammad Hasyim (60), Warga Desa Kasian Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, harus menopang hidupnya dengan menganyam bambu untuk membuat rantang ikan laut.
Dengan kaki lumpuh dan mata sudah rabun, Hasyim tetap tekun menganyam rantang ikan agar bisa menyambung hidup.
Saat Pak JITU.com temui dirumahnya, Hasyim mengaku lumpuh sejak lahir, dan dia tinggal bertiga bersama saudara sepupunya.
“Saya lumpuh sejak lahir, dulu pernah dapat bantuan kursi roda, tapi sudah rusak, tidak bisa digunakan lagi,” ujar Hasyim sambil menganyam rantang ikan.
“Mata saya juga sudah rabun, sudah tidak jelas,” imbuhnya.
Ditanya tentang berapa bisa produksi rantang ikan dalam satu hari dan berapa mendapat penghasilan? Hasyim mengaku hanya bisa membuat rantang ikan sebanyak 50 buah dalam sehari seharga Rp 7.500.
“Sudah tidak jelas penglihatannya, cuma bisa buat 50, harganya Rp 15.000/100 rantang ikan, kalau 50 ya hanya dapat Rp 7.500,” kisah Hasyim.
Hasyim berharap mendapat bantuan kursi roda dan kacamata dari pemerintah atau dermawan, agar dia bisa beraktifitas keluar rumah lagi dan juga bisa produksi rantang ikan lebih banyak. (erhamzah|md)
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa ba...
Mendekonstruksi Wajah “Wakil Tuhan”: Antara Jeruji dan Integritas Progresif Oleh: DODIK PUJI BASUKI, SH., MH. Tragedi OTT yang menyeret pimpinan Pengadilan Negeri Depok pada Februari 2026 ini bukan sekadar skandal sua...
Jember, Pak JITU.com – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Jember mengeluhkan belum terbitnya izin penggunaan lahan milik PTPN I Regional 5 Jember untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, surat permohonan yan...
Jember, Pak JITU.com – Bantahan Kepala Desa Karangsono, Mohammad Ahrul Fatah, terkait tudingan pemalsuan tanda tangan dalam berita acara Musyawarah Desa (Musdes) tertanggal 13 Agustus 2025, mendapat sanggahan dari Ketua Badan Perm...
Dwi-Tunggal, Etika dalam Malfungsi Birokrasi Oleh: Dodik Puji Basuki, S.H., M.H. Pemerintahan daerah dwi-tunggal bukan sekadar nomenklatur administratif, melainkan mandat sosiologis yang lahir dari kepercayaan publik. Namun, din...
JEMBER, Pak JITU.com – Komisi B DPRD Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di tiga desa di Kecamatan Bangsalsari, Selasa (3/2/2026). Sidak ini merupakan tindak...
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa basis data yang terver...