Jember, Pak JITU.com – Dibalik Kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan RI), Sudaryono, ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (11/7/2025), ada noda hitam yang dilakukan PPL dan Gapoktan.
Noda hitam ini ditemukan Anggota Komisi B DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasdem Khurul Fatoni sehari sebelum Wamentan melakukan panen padi bersama Bupati Jember Muhammad Fawait.
“Sekarang ini bukan petani yang cari pupuk, tapi pupuk lah yang mencari petani.” ucap Wamentan Sudaryono dalam sambutannya.
Dibalik semangat Wamentan yang disambut dengan riuh tepuk tangan petani yang hadir saat itu justru seorang oknum PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) mengaku mengetahui dan membiarkan terjadinya manipulasi data penerima manfaat pupuk subsidi.
Yuli, seorang PPL Desa/Kecamatan Jombang tidak dapat mengelak saat dipergoki sedang berada dirumah Tukijan, salah satu ketua Gapoktan di Jombang. Saat dilakukan sidak oleh Khurul Fatoni.
“Ya tahu,” jawab Yuli, saya ditanya media ini bahwa semua kejadian yang sudah di konfirmasikan oleh Khurul Fatoni itu atas sepengetahuannya sebagai PPL.
Anggota Komisi B DRPD Jember Khurul Fatoni saat mengkonfrontasi pemilik kios pupuk subsidi (Anton, kaos merah), PPL (Yuli, Kerudung merah), dan Ketua Gapoktan Desa/Kecamatan Jombang di Kediaman Tukijan (kaos biru)
Tukijan, Ketua Gapoktan Dewi Sri Desa/Kecamatan Jombang juga tidak membantah bahwa ia telah menjual bibit padi bantuan saat di konfrontasi kan dengan pembelinya.
Tukijan beralasan bahwa bibit padi bantuan itu sudah akan expired, dan petani sudah ia kasih, dan yang dia jual adalah bibit bantuan miliknya sendiri dan punya saudaranya.
“Gak ada, wong pengirimannya cuma berapa kwintal dulu ya? 8 kwintal,” sanggah Tukijan saat pembeli menyebut bibit padi bantuan yang ia beli dari Tukijan sebanyak 1 ton.
Sementara itu Khurul Fatoni kepada media ini menyebutkan sidak yang ia lakukan berdasarkan laporan yang masuk padanya.
“Saya mendapat aduan bahwa ada yang melaporkan salah satu kios ke Mentan, jadi saya langsung turun dan investigasi,” kata Toni kepada media ini (10/7/25).
“Kami dari komisi B DPRD Jember sudah beberapa kali melakukan sidak baik ke kios-kios maupun ke distributor, yang terbukti melanggar langsung dapat SP 1 waktu itu. Dan setahu saya sejak itu harga pupuk sudah HET. Jadi saya kaget ketika ada yang disebutkan masih ada yang jual diatas HET, makanya saya langsung turun untuk memastikan,” imbuhnya.
Khurul Fatoni menyebut masalah pupuk itu memang menjadi salah satu konsentrasinya, oleh karenanya meskipun hari itu ia sedang sibuk tetap turun ke lapangan.
“Saya sebenarnya sedang di Jember, karena ada yang telpon saya langsung turun biar clear,” katanya.
“Dari hasil investigasi saya dilapangan ada banyak temuan, diantaranya saya dapatkan bukti dugaan manipulasi data penerima yang itu diketahui dan dibiarkan oleh PPL, Tadi sudah kita dengarkan bersama semua diakui oleh ibu Yuli. Bayangkan ada satu petani tebu yang mendapat 7 ton pupuk subsidi dengan menggunakan 5 nama, yang kelimanya ada nama keluarga si petani tebu dan ada juga nama orang yang tidak punya lahan pertanian, ini sudah tidak benar. Ada lagi ketua Gapoktan menjual bibit padi bantuan, dan beberapa temuan lainnya. Nanti kita laporkan dulu ke atasan untuk langkah betikutnya,” bebernya.
“Saya tambahi, tentang satu petani mendapat 7 Ton itu mengarah pada H. Heru seorang pengusaha tebu yang luasan lahannya sekitar 35 ha, jadi modusnya menggunakan 5 nama orang yang sebenarnya tidak punya hak pupuk subsidi, yang 5 nama orang ini terindikasi orangnya H. Heru. Ini jelas tidak benar, sedang ibu Yuli sendiri menjelaskan bahwa setiap petani itu jatahnya hanya 2 ha, tapi kenapa ia sebagai penyuluh yang mengetahui ada yang mendapat lebih dari jatah seharusnya tapi membiarkan, ini fatal, buktinya sudah ada di saya, 5 nama itu tidak punya hak pupuk subsidi. Dan parahnya lagi 5 nama itu setelah saya telusuri yang memasukkan ibu Yuli sendiri,” sergahnya.
Anggota Komisi B DPRD Jember dari Fraksi Partai Nasdem itu juga menyebutkan hasil penelusurannya dilapangan menemukan ibu Yuli juga suka meminta nota kosong ke kios, “Nanti soal ini mungkin akan kita buka saat RDP (Rapat Dengar Pendapat), tidak semuanya harus saya jelaskan disini, kami juga menemukan ada bibit jagung bantuan yang diduga sengaja dibiarkan terbengkalai sampai expired oleh ibu Yuli selaku PPL, nanti kita buka semua saat RDP,” ujarnya
Legislator yang berlatar belakang wartawan itu juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak takut melapor kepadanya bila terdapat pelanggaran terkait pupuk subsidi.
“Dari semua keterangan yang sudah kita dengarkan bersama tadi, saya simpulkan diduga ada upaya mendiskriminasi pemilik kios yang arahnya si oknum PPL ini ternyata juga ingin mendirikan kios sendiri,” katanya.
“Saya titip ke teman-teman petani yang merasa punya sawah tapi selama ini tidak pernah mendapatkan haknya pupuk subsidi silahkan datang ke saya, bikin laporan ke saya, kita kawal bersama-sama kalau perlu kita laporkan ini, siapa pemain pupuk ini?,” pungkasnya. (Yunus)
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa ba...
Mendekonstruksi Wajah “Wakil Tuhan”: Antara Jeruji dan Integritas Progresif Oleh: DODIK PUJI BASUKI, SH., MH. Tragedi OTT yang menyeret pimpinan Pengadilan Negeri Depok pada Februari 2026 ini bukan sekadar skandal sua...
Jember, Pak JITU.com – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Jember mengeluhkan belum terbitnya izin penggunaan lahan milik PTPN I Regional 5 Jember untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga kini, surat permohonan yan...
Jember, Pak JITU.com – Bantahan Kepala Desa Karangsono, Mohammad Ahrul Fatah, terkait tudingan pemalsuan tanda tangan dalam berita acara Musyawarah Desa (Musdes) tertanggal 13 Agustus 2025, mendapat sanggahan dari Ketua Badan Perm...
Dwi-Tunggal, Etika dalam Malfungsi Birokrasi Oleh: Dodik Puji Basuki, S.H., M.H. Pemerintahan daerah dwi-tunggal bukan sekadar nomenklatur administratif, melainkan mandat sosiologis yang lahir dari kepercayaan publik. Namun, din...
JEMBER, Pak JITU.com – Komisi B DPRD Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di tiga desa di Kecamatan Bangsalsari, Selasa (3/2/2026). Sidak ini merupakan tindak...
JEMBER, Pak JITU.com – Tim Advokasi dan Hukum Wakil Bupati Jember memberikan pernyataan resmi sebagai respons atas narasi yang dibangun oleh Kuasa Hukum Bupati Jember. Upaya mempublikasikan detail finansial pribadi tanpa basis data yang terver...