Jember, Pak JITU.com – Direktur CV. Mitra Tani Lestari yang membawahi kios pupuk subsidi di Kecamatan Kencong dan Kecamatan Jombang resmi keluarkan surat peringatan pertama (SP 1) kepada kios yang terbukti melanggar.
SP 1 ini wujud komitmen pihak distributor dengan anggota Komisi B DPRD Jember Khurul Fatoni (Cak Toni) sebelum melaksanakan sidak ke kios pupuk subsidi di dua kecamatan tersebut, Selasa pagi (25/2/25).
“Akan kita beri peringatan,” kata Rudi selaku Direktur CV. Mitra Tani Lestari, menjawab pertanyaan Cak Toni tentang tindakan apa yang akan dilakukan apabila ditemukan ada kios yang terbukti ‘nakal’?, sesaat sebelum melakukan sidak.
Kepada Pak JITU.com Cak Toni membenarkan bahwa pihak distributor telah mengeluarkan SP 1 ke 3 kios pupuk subsidi yaitu: UD. Berkat Tani, UD. Sumber Tani, dan UD. Mitra Tani II yang ketiganya berada di wilayah Kecamatan Kencong.
Khurul Fatoni, Anggota Komisi B DPRD Jember saat jumpa pers pasca melakukan sidak Distributor dan Kios pupuk subsisi
“Ya mas, ini bukti distributor tepati janjinya,” kata Cak Toni melalui pesan singkat.
Berdasarkan dokumen ber ekstensi .pdf yang media ini dapatkan, ketiga kios itu terbukti menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam surat yang dikeluarkan pada hari yang sama dengan hari dilaksanakannya sidak tertanggal 25 Februari 2025 itu, terdapat ancaman pencabutan dan pembatalan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan CV. Mitra Tani Lestari apabila dikemudian hari 3 kios tersebut mengulangi pelanggaran serupa.
Pagi hari sebelum terbit SP 1 kepada 3 kios seperri disebutkan diatas, Cak Toni dalam keterangan persnya memberi peringatan agar kios pupuk subsidi yang ada di Kabupaten Jember tidak bermain-main.
“Saya titip kepada kios-kios pupuk yang ada di Kabupaten Jember, jangan pernah bermain-main dengan harga pupuk termasuk pendistribusiannya, jangan pernah menjual pupuk diatas HET, atau menyalurkan pupuk kepada petani yang tidak berhak, sekarang fokus di e-RDKK, diluar itu jangan sekali-kali!, Apalagi kios pupuk di Jember menjual ke Lumajang atau diluar Kabupaten Jember itu pesan saya,” serunya seraya mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda peringatan.
Diluar sesi wawancara anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem itu juga sempat menyampaikan bahwa ia telah membentuk satuan tugas (satgas) yang terdiri dari kalangan wartawan dan LSM untuk mengawasi peredaran pupuk subsidi di semua wilayah yang ada di Kabupaten Jember. (Fitriana)
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang ber...
Jember, Pak JITU.com – Pemerintah Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, membantah isu yang menyebut adanya perangkat desa yang merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepala Desa Cangkr...
Jember, Pak JITU.com – Polemik tertundanya pencairan anggaran rutin Pemerintah Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, yang sempat berdampak pada penghentian sementara pelayanan kepada masyarakat, mulai menemukan titi...
Jember, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan jurnalis dan aktivis sosial politik di Kabupaten Jember. Pria kelahiran Nganjuk sekitar 50 tahun silam itu kini kembali menarik perhatian ...
JEMBER, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta, SH mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Mantan wartawan Jawa Pos Radar Jember tersebut resmi mendaftarkan diri...
Jember, Pak JITU.com– Penghentian sementara pelayanan administrasi di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, disebut bukan disebabkan oleh tidak adanya dasar hukum untuk pencairan anggaran desa, melainkan karena piha...
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang berhasil membangun audi...