Jember, Pak JITU.com – Penundaan Even besar Kemah Moderasi Agama Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Jember, yang awalnya dijadwalkan pada pertengahan maret 2023, dipertanyakan banyak pihak, mulai dari guru-guru dan siswa madrasah, para pedagang yang sudah terlanjur membuat persiapan, dan panitia lokal, yang dalam hal ini jajaran Pemerintah Desa Tugusari dan masyarakat sekitar, dimana even tersebut sedianya akan digelar.
Sebelumnya Syaiful Bahri selaku ketua panitia pelaksana menyebutkan diantara alasan ditundanya pelaksanaan Kemah Moderasi Agama itu karena bersamaan dengan waktu libur akhir tahun santri pondok pesantren, yang sebagian besar pesertanya adalah siswa-siswi dari sekolah yang ada dipesantren.
Penundaan sepihak oleh panitia dalam rentang waktu kurang lebih satu minggu sebelum hari H itu, sempat menuai polemik dimasyarakat, karena panitia lokal (warga desa Tugusari) yang dibentuk oleh panitia utama sudah terlanjur melakukan persiapan yang sedemikian rupa, sudah terlanjur banyak biaya, tenaga dan pikiran yang dihabiskan untuk melaksanakan instruksi dari panitia. Belum lagi keluhan dari masyarakat dan para pedagang yang sudah terlanjur membuat warung, membawa terop, dan belanja semaksimal mungkin.
“Uang modal sudah saya habiskan untuk belanja persiapan jualan di kemah, terop dan etalase sudah saya angkut kelokasi, sudah saya pasang, eh gagal, bongkar lagi,” ujar Paidi dengan raut wajah kecewa saat Wartawan Pak JITU.com temui diwarung makannya di wilayah Bangsalsari.
“ongkos truknya saja sudah berapa pulang pergi, belum ongkos kulinya?” imbuh Paidi masih dengan mimik wajah kecewa.
Salah satu panitia lokal, Imron Rosyadi, menyayangkan ketidak jelasan Kemenag akan pelaksanaan acara itu, “Ini kan bukan cuma tentang capek, tapi ini juga mempermalukan kami, termasuk Kepala Desa, beritanya kan sudah tersiar kemana-mana, itu yang minta ijin untuk berjualan ada yang dari Tegal Besar, bolak-balik kesini, kan kasihan?”
Sempat beredar kabar dimasyarakat bahwa pelaksanaan Kemah Moderasi Agama itu akan digelar pasca hari raya idul fitri 1444H, namun sampai akhir bulan syawal belum ada kabar pasti kapan acara tersebut akan digelar, lalu kabar selanjutnya pada bulan juni 2023, namun lagi-lagi, sampai usai bulan juni belum ada kepastian kapan even tersebut akan diselenggarakan.
Untuk mendapatkan kepastian, wartawan Pak JITU.com mendatangi kantor Kemenag Jember (3/7/23), guna meminta konfirmasi langsung dari sumbernya.
Syaiful Bahri, selaku ketua panitia yang kami mintai keterangan dihalaman kantor kemenag menyampaikan kalau sampai saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan stakeholder yang ada.
“kemarin itu saya sudah koordinasi dengan pak Kades, pak Camat Bangsalsari juga, ini menunggu konfirmasi dari bapak kasi pendidikan madrasah kemenag jember,” ungkap Syaiful, sambil mengarahkan untuk konfirmasi ke Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) dan Ke Kepala Kemenag Jember.
“tinggal menunggu koordinasi ini mas,” imbuhnya
Sementara itu Kasi Pendma Faisol Abrari, saat Pak JITU.com temui di kantin kantor Kemenag, dihari yang sama menyampaikan hal senada dengan Syaiful Bahri, bahwa koordinasi tentang pelaksanaan Kemah Moderasi Agama itu tetap berjalan.
“sampai saat ini belum ada kepastian, dan panitia itu sudah menghadap pak kepala satu kali, dan pak kepala kantor meminta panitia untuk memaparkan grand design Kemah Moderasi itu seperti apa secara detail?,” jelas Faisol
“Dan sepertinya panitia itu sudah rapat tentang itu dan sampai saat ini belum memaparkan ke pak kepala,” imbuhnya seraya mengarahkan wartawan Pak JITU.com untuk konfirmasi kepada panitia.
Terkesan saling lempar tanggung jawab (pingpong), wartawan Pak JITU.com menemui langsung Kepala Kemenag Jember Ahmad Sruji Bahtiar diruang kerjanya.
Ahmad menjelaskan bahwa ia meminta kepada bawahannya yang terlibat dalam even Kemah Moderasi Agama itu untuk betul-betul mempersiapkan secara matang, sehingga apa yang menjadi target dari acara tersebut bisa tercapai.
“kalau saya prinsipnya, kalau teman-teman panitia sudah mempersiapkan, semuanya yang terkait dengan kelancaran moderasi beragama (Kemah Moderasi Agama ;red) bagi kita akan dilakukan,” ujar Ahmad.
“nah kenapa sampai saat ini belum dilakukan? ini mungkin masih pada tahap-tahap persiapan,” imbuhnya melengkapi.
Sampai saat berita ini dibuat Pak JITU.com belum mendapatkan informasi pasti kapan hari dan tanggal even tersebut akan dilaksanakan? (fan/had/md)
JEMBER, Pak JITU.com – Aroma persaingan sengit jelang Asian Music Games 2026 yang akan digelar di Malaysia pada September mendatang sudah mulai terasa di Bumi Pendhalungan. Tak ingin sekadar menjadi penggembira, Jember Marching Ba...
Jember, Pak JITU.com – Kepala Sekolah SDN Tugusari 02, Sri Rahayu, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan calon siswa baru pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), padahal tah...
Jember, Pak JITU.com – Kuasa hukum Wakil Bupati Jember, Karuniawan Nurahmansyah, memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ole...
JEMBER, Pak JITU.com – Kabupaten Jember disebut sebagai daerah percontohan nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana...
Jember, Pak JITU.com – Lebih dari 600 warga dari Desa Grenden dan Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menghadiri kegiatan audiensi terkait penolakan relaksasi jam operasional kendaraan milik PT Imasco Asiatic. K...
JEMBER, Pak JITU.com – Upaya membangun citra positif di tengah masyarakat ditunjukkan oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Banjarsari, Cabang Jember. Pada Senin, 30 Maret 2026, mereka turun langsung melaksanaka...
JEMBER, Pak JITU.com – Aroma persaingan sengit jelang Asian Music Games 2026 yang akan digelar di Malaysia pada September mendatang sudah mulai terasa di Bumi Pendhalungan. Tak ingin sekadar menjadi penggembira, Jember Marching Band (JMB) langsung ta...