JEMBER, Pak JITU.com – Spesifikasi baja ringan (Galvalum) yang digunakan pada proyek rehabilitasi SDN Sukorambi 5 di Jember diduga kuat memiliki spesifikasi yang sama dengan baja ringan di SDN Karangduren 1 yang sebelumnya dibongkar karena dianggap tidak sesuai standar.
Meskipun pembongkaran di SDN Karangduren 1 telah menjadi sorotan publik akibat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi bahan, Kepala Sekolah SDN Sukorambi 5, Andy Anwar Hidayat, bersikukuh bahwa baja ringan yang digunakan di sekolahnya sudah memenuhi standar.
Material baja ringan yang digunakan di SDN Sukorambi 5 tertulis C75 A75 BMT 0.75 TCT 0.75
Andy Anwar Hidayat mengklaim bahwa material yang digunakan sudah tersertifikasi.
“Ini speknya sudah ada, apa namanya, sertifikasinya, karena kita diminta sertifikasi,” kata Andy. (26/11/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa pemasangan dilakukan oleh pihak yang terafiliasi dengan distributor. “(yang memasang baja ringannya), ini bapak, orangnya Kencana, tapi pendamping orangnya Kencana. Jadi ada yang perwakilan orangnya Kencana yang ke sini untuk melihat proses pemasangan dan spesifikasi,” imbuhnya, sambil menunjukkan formulir garansi kosong dari perusahaan baja ringan merek Kencana.
Andy mengaku membeli material tersebut secara mandiri melalui aplikasi SIPLah untuk menghindari adanya temuan ketidaksesuaian dan memastikan barang yang dibeli sudah bergaransi.
“Jadi untuk memperoleh ini harus barangnya dia (Kencana),” jelasnya. Pembayaran pun, menurutnya, dilakukan melalui Bank, seraya menunjukkan sekilas struk belanja.
File formulir kosong dari perusahaan baja ringan yang ditunjukkan Kepala Sekolah SDN Sukorambi 05
Andy lebih lanjut menegaskan bahwa pemasangan galvalum di sekolahnya sudah dilakukan oleh aplikator tersertifikasi.
Namun, pernyataan ini bertentangan dengan keterangan dari pelaksana di lapangan. Yanto, Kepala Tukang yang dikonfirmasi media ini di lokasi pekerjaan, justru menyebutkan dialah yang memasang kerangka baja ringan sekolah tersebut. Namun ia mengaku tidak tahu persis berapa ukuran (ketebalan) galvalum yang dipasangnya.
Bila yang dikatakan Yanto benar, maka Revitalisasi Sekolah di SDN 5 Sukorambi ini diduga termasuk satu dari 70% proyek sekolah di Jember yang tanpa aplikator baja ringan bersertifikat, seperti disebutkan Ketua Asosiasi Aplikator Baja Ringan Jay Rahmadi kepada Pak JITU.com beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Andy juga mengonfirmasi peredaran surat kaleng yang beredar di grup-grup Kepala Sekolah, berisi imbauan agar tidak memberikan data terkait revitalisasi kepada LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).
Surat kaleng yang dikonfirmasi oleh Andy Anwar Hidayat beredar di grup Kepala Sekolah
“Kalau enggak salah ini, di alurnya saya enggak paham, karena berjenjang kan,” jawab Andy saat ditanya siapa dan dari mana surat kaleng itu bermula, namun ia tidak menampik peredaran surat tersebut.
Terkait keterbukaan informasi, ketika ditanya apakah dalam Bimtek (bimbingan teknis) tidak dijelaskan bahwa RAB (Rencana Anggaran Biaya) termasuk informasi publik yang boleh dilihat, Andy membenarkan bahwa itu boleh. Namun, ia berpendapat bahwa akses tersebut hanya diperuntukkan dalam rangka kedinasan, selain itu, menurutnya, pihak lain tidak berhak.
Andy kemudian menambahkan, inisiatif terkait keterbukaan ini muncul karena sekolah penerima revitalisasi sempat berinisiatif sendiri-sendiri, sehingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember berinisiatif memberikan surat edaran untuk keseluruhan.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, membantah menginstruksikan Kepala Sekolah tidak membuka RAB ke wartawan, ia menyarankan agar melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah dan Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) tidak pada yang lainnya. Sedang Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ichwan Effendi, belum dapat di konfirmasi.
Konsultan pengawas revitalisasi di SDN Sukorambi 5 ini juga belum dapat dikonfirmasi, Andy dan Hamzah Pendamping pengawas yang ditemui media ini tidak memberikan kontak untuk dihubungi. (Yunus)
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang ber...
Jember, Pak JITU.com – Pemerintah Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, membantah isu yang menyebut adanya perangkat desa yang merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepala Desa Cangkr...
Jember, Pak JITU.com – Polemik tertundanya pencairan anggaran rutin Pemerintah Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, yang sempat berdampak pada penghentian sementara pelayanan kepada masyarakat, mulai menemukan titi...
Jember, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan jurnalis dan aktivis sosial politik di Kabupaten Jember. Pria kelahiran Nganjuk sekitar 50 tahun silam itu kini kembali menarik perhatian ...
JEMBER, Pak JITU.com – Nama Totok Sumianta, SH mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Mantan wartawan Jawa Pos Radar Jember tersebut resmi mendaftarkan diri...
Jember, Pak JITU.com– Penghentian sementara pelayanan administrasi di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, disebut bukan disebabkan oleh tidak adanya dasar hukum untuk pencairan anggaran desa, melainkan karena piha...
Jember, Pak JITU.com – Perkembangan media sosial telah melahirkan banyak kreator digital yang mampu mengubah hobi menjadi profesi. Salah satunya adalah Firdaus Fibriansyah, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, yang berhasil membangun audi...