Jember, Pak JITU.com – Pemilik akun facebook bernama Sibonar dalam postingannya menuliskan tidak tersedianya obat-obatan di Puskesmas Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (5/9/23), disebuah Grup Facebook Info Warga Tanggul (IWT).
Dalam postingan itu Sibonar juga mempertanyakan pelaksanaan program J-Keren sebagai program Bupati Jember H. Hendy Siswanto, menurutnya program layanan kesehatan melalui J-Keren yang semestinya gratis tapi kenyataannya harus membayar juga.
“Puskesmas kosong gak ada obat obatan jadi pasien hanya di kasih resep obat untuk nebus sendiri di apotik… Opo iki ta seng jenenge J-Keren 🤣🤣🤣
Program J_keren opo rah iki d Puskesmas ae sek bayar
Ngomong doang gratis ujung-ujungnya bayar juga
Rakyat kok yok sek di plokoto terus ae
Angak hooooo,” tulis Sibonar dalam postingan facebooknya itu dengan menyertakan foto resep yang diberikan pihak Puskesmas Tanggul.
Foto Resep obat dari Puskesmas Tanggul yang disertakan dalam postingan facebook Sibonar
Postingan itu sontak menuai beragam komentar dari netizen, “Yo betul aku tadi ngambil obat antibiotik Kon jumuk dek pukesmas geratis malah Kon tuku dek apotek 🤪,” tulis akun Suci Sairul Bakir
“D puskesmas ada obatx TPI lebih bagus beli d apotik katax .
Dulu pas ankq pernh d rawat d puskesmas . Semua obat belix d apotik .. klau rawat inap x gratis 😁,” tulis akun Luphiee Ana
Sedang akun bernama Joko Tingkir Tanggul menulis komentar “Aq nebus habis 150 RB dan obat ditinggal dipkm..yg tak bawa cuma 2 obat..obat nyeri dan antibiotik..udah gitu tok..yg jadi pertanyaan obat segitu banyak nya buat apa ya..cuma itu tok pertanyaan yg teringang ingang dikalbu mulai dari bulan lalu,”.
“Iku cuma obat dasar lur. Jadi kalo obat dasar aja tdk ada, trs obat apa yg ada ??? pertanyaannya: beneran kosong apa ada udang dibalik peyek ??? Yahanno tok pokok e,” komentar akun Zainul Haqiqi.
Berdasarkan postingan dan ragam komentar yang bermunculan itu, awak media menduga adanya permainan resep yang dilakukan oleh oknum Puskesmas Tanggul dengan Oknum Apoteker.
Dugaan tersebut mengingat beberapa tahun yang lalu ramai menjadi perbincangan tentang permainan resep oleh oknum dokter dan oknum apoteker, serta oknum perusahaan Farmasi.
Dari penelusuran Pak JITU.com, praktek permainan resep ini sudah berlangsung sejak lama, dan pada tahun 2004 pemerintah mulai mengkampanyekan pengenalan obat generik kepada masyarakat, yang umumnya harganya relatif murah dan terjangkau namun kandungannya sama saja dengan obat non generik, agar masyarakat tidak mudah terkecoh dengan permainan resep dokter.
Namun kampanye tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan, puncaknya akhir Juni 2012, Prof. Dr. Agus Purwadianto, selaku ketua Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengancam akan memberi sanksi kepada dokter yang bermain resep dan melanggar kode etik, ia juga meminta masyarakat agar melaporkan dokter yang melanggar kode etik dengan bermain resep agar dapat menjual obat lebih mahal, hal tersebut disampaikannya kepada awak media pasca seminar mengenai etika promosi obat.
Permainanpun tidak justru berhenti namun justru berkembang, dari yang awalnya hanya menjual obat Generik dengan harga lebih mahal menjadi kontrak kerja antara oknum perusahaan Farmasi dengan oknum dokter, bahkan pada tahun 2016 KPK mengendus adanya aliran dana ratusan miliar dari perusahaan agar oknum-oknum dokter mau meresepkan obat yang mereka produksi.
Yang terjadi di Puskesmas Tanggul ini terindikasi melakukan praktek yang sama dengan kasus-kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya, untuk memastikan adanya dugaan tersebut, Pak JITU.com mendatangi Puskesmas Tanggul guna mendapatkan konfirmasi dari dokter yang memberikan resep seperti terpampang dalam postingan Sibonar, jumat siang (8/9/2023), namun pelaksana perawat Ida Wahyuni yang awak media temui enggan memberi penjelasan dan meminta agar kembali hari senin guna konfirmasi langsung kepada Kepala Puskesmas.
Sedang Kepala Puskesmas Tanggul yang dimaksud saat awak media coba hubungi melalui sambungan telepon dihari yang sama tidak menjawab, pesan singkat yang wartawan kirim untuk membuat janji wawancarapun tidak berbalas.
Upaya untuk mendapatkan konfirmasi ini masih Pak JITU.com usahakan, sebelum kemudian permasalahan ini dikonfirmasikan ke dinas-dinas terkait, mengingat dalam postingan Sibonar tersebut juga mengeluhkan efektifitas program J-Keren. (fit)
Jember, Pak JITU.com – Kepala Sekolah SDN Tugusari 02, Sri Rahayu, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan calon siswa baru pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), padahal tah...
Jember, Pak JITU.com – Kuasa hukum Wakil Bupati Jember, Karuniawan Nurahmansyah, memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ole...
JEMBER, Pak JITU.com – Kabupaten Jember disebut sebagai daerah percontohan nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana...
Jember, Pak JITU.com – Lebih dari 600 warga dari Desa Grenden dan Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menghadiri kegiatan audiensi terkait penolakan relaksasi jam operasional kendaraan milik PT Imasco Asiatic. K...
JEMBER, Pak JITU.com – Upaya membangun citra positif di tengah masyarakat ditunjukkan oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Banjarsari, Cabang Jember. Pada Senin, 30 Maret 2026, mereka turun langsung melaksanaka...
JEMBER, Pak JITU.com – Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bangsalsari. Sebuah rumah milik seorang lansia bernama Buhsia (67), warga Dusun Sumberkelopo, RT 01 RW 033, Desa Curahkalong, hangus dilalap si jago mer...
Jember, Pak JITU.com – Kepala Sekolah SDN Tugusari 02, Sri Rahayu, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan calon siswa baru pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), padahal tahapan pendaftaran bel...