Jember, Pak JITU.com – Kepala Desa Kepanjen Sukamit, Jumat pagi (14/2/25) mendatangi kantor Kecamatan Gumukmas. Kedatangannya itu didampingi perwakilan Pemerintah Desa Mayangan, untuk melakukan rapat dengar pendapat (Hearing) terkait penolakannya terhadap keberadaan Tambak Ilegal diwilayahnya.
Hearing tersebut diikuti Muspika Gumukmas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BM SDA) Kecamatan setempat.
Dalam pemaparannya Sukamit menyebut di wilayahnya terdapat 26 pengusaha tambak yang beroperasi, 23 diantaranya tidak berijin. Ia meminta pihak terkait menutup tambak-tambak itu, karena menurutnya keberadaan tambak ilegal itu sudah merusak lingkungan.
Papan larangan yang berdiri disamping pagar salah satu tambak di wilayah Desa Kepanjen Gumukmas
“Pengambilan air itu kedalamannya 50 meter, jadi wilayah sekitar itu kekeringan, saya maunya tambak itu di tutup saja karna selain menimbulkan masalah, mengakibatkan pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Selain itu menurut Sukamit keberadaan tambak itu tidak berkontribusi banyak terhadap pembangunan desa, tapi justru menyusahkan para nelayan. Karena kuat dugaan limbah yang dikeluarkan tidak memenuhi standar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Akibatnya ikan enggan menepi dan para nelayan harus berlayar ketengah untuk mendapatkan ikan sehingga harus mengeluarkan biaya operasional lebih banyak.
Sementara itu Camat Gumukmas Nino Eka Putra, S.STP, M.Si dalam jumpa persnya menyebut dari pihak pengusaha tambak yang hadir dalam hearing tersebut hanya satu perusahaan sedang sisanya tidak datang.
“Menurut informasi dan kajian dari dinas terkait pembuangan limbahnya (pengusaha tambak yang hadir) sudah memenuhi standar,” paparnya.
Lebih lanjut Nino berharap Pemerintah dua Desa, Kepanjen dan Mayangan beserta masyarakat agar berkoordinasi apabila terdapat keluhan.
“Untuk selanjutnya dilakukan upaya-upaya mediasi sehingga terjadi hubungan yang lebih harmonis lagi antara masyarakat pengusaha dan Pemerintah,” pungkasnya. (Fitriana)
Jember, Pak JITU.com – Kepala Sekolah SDN Tugusari 02, Sri Rahayu, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan calon siswa baru pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), padahal tah...
Jember, Pak JITU.com – Kuasa hukum Wakil Bupati Jember, Karuniawan Nurahmansyah, memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ole...
JEMBER, Pak JITU.com – Kabupaten Jember disebut sebagai daerah percontohan nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana...
Jember, Pak JITU.com – Lebih dari 600 warga dari Desa Grenden dan Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menghadiri kegiatan audiensi terkait penolakan relaksasi jam operasional kendaraan milik PT Imasco Asiatic. K...
JEMBER, Pak JITU.com – Upaya membangun citra positif di tengah masyarakat ditunjukkan oleh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Banjarsari, Cabang Jember. Pada Senin, 30 Maret 2026, mereka turun langsung melaksanaka...
JEMBER, Pak JITU.com – Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bangsalsari. Sebuah rumah milik seorang lansia bernama Buhsia (67), warga Dusun Sumberkelopo, RT 01 RW 033, Desa Curahkalong, hangus dilalap si jago mer...
Jember, Pak JITU.com – Kepala Sekolah SDN Tugusari 02, Sri Rahayu, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan calon siswa baru pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), padahal tahapan pendaftaran bel...