Beranda / Ekonomi / Anggota DPR PKB Resmikan Dapur MBG di Jember, Dorong Gizi dan Ekonomi Lokal

Anggota DPR PKB Resmikan Dapur MBG di Jember, Dorong Gizi dan Ekonomi Lokal

Jember, Pak JITU.com – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Khozin, meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, pada Jumat (12/12/2025).

Dapur MBG yang diresmikan oleh pria yang akrab disapa Gus Khozin ini berlokasi di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Curahkalong, yang dipimpin oleh pamannya, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Gus Khozin mengungkapkan bahwa Program MBG merupakan inisiatif unggulan yang dirancang untuk langsung bersentuhan dengan masyarakat, tanpa melalui proses birokrasi yang panjang.

“Program ini diharapkan bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat, tidak hanya peserta didik saja,” ungkap Gus Khozin.

Ia menambahkan bahwa program MBG merupakan program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Gus Khozin berharap keberadaan dapur MBG ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan asupan gizi bagi peserta didik, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Gus Khozin juga menjelaskan perkembangan program ini di Jember. Saat ini, setidaknya sudah ada 40 Dapur MBG yang mulai beroperasi dari sekitar 190 Dapur MBG yang telah dicanangkan di seluruh wilayah Jember.

BACA JUGA :   Peran Filsafat Islam dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kesehatan untuk Mengawal Kepatuhan Terapi Pasien Diabetes

“Meskipun terdapat kendala minor di Dapil IV, InsyaAllah kami genjot untuk launching dalam waktu dekat ini,” jelasnya optimis.

Sementara itu, Kepala Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Curahkalong, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, menyambut baik program ini. Kiai yang akrab disapa Gus Aab ini menyebut MBG sebagai program pemerintah yang mulia.

Ia pun berpesan agar pengelola dapur tidak menjadikan program ini sebagai ajang untuk meraup keuntungan saja.

“Ini merupakan program yang mulia, jangan sampai dijadikan sebagai ajang mendapatkan keuntungan pribadi sehingga mencederai terhadap tujuan luhur yang dicanangkan pemerintah,” tegas Gus Aab.

Gus Aab juga menyoroti dampak besar program ini terhadap perputaran roda ekonomi lokal.

BACA JUGA :   Jember Darurat Pergaulan Bebas 4 Kasus Pembuangan Bayi Dalam 50 Hari, Kata Gus Aab

“Alhamdulillah, program ini bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan mampu menyerap tenaga kerja, baik langsung atau tidak. Jadi, terjadi perputaran roda ekonomi yang cukup efektif yang meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Yunus)

[fb_button]

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya