Beranda / Ekonomi / Tukang Las Gerobak Cinta Belum Dibayar Penuh, Pelaksana Menghilang

Tukang Las Gerobak Cinta Belum Dibayar Penuh, Pelaksana Menghilang

Jember, Pak JITU.com – Dugaan persoalan pembayaran proyek Gerobak Cinta mencuat di Kabupaten Jember. Seorang kepala tukang las, Muhammad Hermanto, mengaku hingga kini belum menerima sisa pembayaran bahan dan upah kerja senilai Rp63 juta, meski seluruh gerobak telah rampung dan program tersebut sudah dibagikan secara resmi oleh Bupati Jember pada akhir Desember 2025 lalu.

Hermanto menyebutkan total pembayaran yang belum diterima mencapai Rp63 juta, dengan rincian Rp7 juta untuk bahan kotak gerobak dan Rp56 juta untuk ongkos kerja. Ongkos tersebut merupakan upah kerja full time selama 24 jam selama tujuh hari yang melibatkan 20 orang pekerja.

Menurut Hermanto, sejak awal dirinya bersama tim sepakat mengerjakan pembuatan gerobak secara borongan dengan upah Rp300 ribu per unit untuk total 200 gerobak. Namun dalam pelaksanaannya, pasokan bahan kerap datang terlambat.

“Seharusnya kami bisa produksi 10 gerobak per hari, tapi karena bahan sering telat, target tidak tercapai. Akhirnya tim saya yang disalahkan karena pekerjaan melewati tanggal,” ujar Hermanto.

Keterlambatan bahan tersebut membuat pekerjaan molor dari jadwal. Pada pekan terakhir, masih tersisa sekitar 75 gerobak yang belum selesai. Hermanto mengaku kemudian diminta bekerja penuh waktu, siang hingga malam, agar target rampung tepat waktu.

“Kerja dari pagi sampai pagi itu dihitung empat hari kerja, karena kerja malam upahnya berbeda. Itu sudah saya jelaskan dari awal,” katanya.

Namun setelah seluruh pekerjaan selesai, Hermanto mengaku tidak menerima pembayaran sisa tersebut. Ia menyebut pihak yang mempekerjakannya sulit dihubungi.

“Setelah semua selesai, tidak ada uang. Dihubungi tidak diangkat, WhatsApp tidak dibalas,” keluhnya.

Atas persoalan itu, Hermanto mengaku telah menyampaikan aduan melalui kanal Wadul Guse, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Setelah selesai, tim sampean hilang jejak tidak ada kabar, Gus. Apa ini akhir cerita rombong cinta harus ada yang menderita?” tulis Hermanto dibagian akhir aduannya.

BACA JUGA :   18 Bulan Ayah Cabuli Anak Tiri YBH Satu Rumah Tekankan Pengawasan

Berdasarkan kontak yang diberikan Hermanto, Sabtu siang (3/1/2026), Pak JITU.com menghubungi pihak pelaksana yang disebut bernama Mas Kantor. Namun pemilik nomor tersebut mengaku tidak mengenal Hermanto.

“Maaf salah nomor, Pak. Saya juga tidak kenal Pak Herman. Coba sampean tanya lagi ke Pak Herman biar jelas,” balasnya.

Masih di hari yang sama, Pak JITU.com juga menghubungi Fandias, sosok yang disebut Hermanto sebagai atasan pihak yang mempekerjakannya bersama tim.

“Ketemu saya saja biar jelas, nanti malam ketemu di Pos (sebut nama instansi), jam 8-an,” jawab Fandi melalui pesan WhatsApp.

Namun saat jurnalis mendatangi lokasi sesuai waktu yang ditentukan, Fandi menyampaikan bahwa dirinya masih terjebak kemacetan di jalur Gumitir.

“Aku masih macet di Gumitir. Kalau sudah sampai Jember tak telepon, sekalian ajak yang nyuruh sampean, yang namanya Herman itu,” tulisnya.

Sementara itu, pihak instansi yang dimaksud kepada wartawan, menyatakan tidak ada anggota bernama Fandi dan mengaku tidak mengenal nama tersebut.

Hingga lewat pukul 21.00 WIB, Fandi tak kunjung datang. Jurnalis Pak JITU.com akhirnya memilih meninggalkan lokasi. Sebelumnya, Fandi sempat mengirim pesan bernada pasrah.

“Kalau enggak mau nunggu, terserah sampean mau gimana. Kalau mau dinaikkan, nanti juga tahu kebenarannya,” tulisnya.

BACA JUGA :   DLH Jember Ingatkan Potensi Bencana Bisa Lebih Ekstrim Dari Banjir Bandang Panti

Jika pengakuan Hermanto tersebut benar, peristiwa ini menjadi preseden buruk terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah Jember, mengingat Gerobak Cinta dan Bajong Cinta telah resmi dibagikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait pada 31 Desember 2025 lalu.

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya