Beranda / Kesehatan / Desa Klatakan Capai Zero AKI AKB, Kolaborasi Desa-Puskesmas Jadi Kunci

Desa Klatakan Capai Zero AKI AKB, Kolaborasi Desa-Puskesmas Jadi Kunci

Jember, Pak JITU.com – Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan mencapai Zero Angka Kematian Ibu (AKI) dan Zero Angka Kematian Bayi (AKB).

Keberhasilan ini disebut berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Desa Klatakan dan Puskesmas Klatakan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Klatakan, Siti Khotijah, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembentukan Rumah Desa Sehat (RDS).

“Melalui RDS ini, kami melakukan koordinasi ke 14 Posyandu se Desa Klatakan. Dengan demikian, semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi dapat segera dideteksi dan diatasi,” ujar Siti Khotijah, yang juga merupakan istri Kepala Desa Klatakan Ali Wafa, pada (3/12/2025).

Ia menambahkan, “RDS ini adalah bentuk dukungan Pemerintah Desa terhadap program kesehatan pemerintah. Ini mengintegrasikan koordinasi antara Desa, Puskesmas, dan seluruh kader Posyandu.”

Selain capaian AKI dan AKB, Desa Klatakan juga mencatat penurunan angka stunting yang signifikan, dari 35 balita pada tahun 2024 menjadi 15 balita pada tahun 2025. “Alhamdulillah, angka stunting juga turun drastis tahun ini. Semoga tahun depan kami bisa mencapai target nol kasus juga,” harapnya.

BACA JUGA :   Ayah dan Nenek Mayat Bayi di Wirowongso Ikut Diamankan Polisi

Kepala Puskesmas Klatakan, Dr. Beny Herlingga, membenarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua PKK. Namun, ia tidak memungkiri bahwa tantangan masih ada, terutama terkait Angka Kematian Balita.

“Untuk bayi, memang kita sudah mencapai nol kasus. Namun, angka kematian balita masih ada,” jelas Dr. Beny.

Ia mengidentifikasi pernikahan dini sebagai salah satu penyebab masih terjadinya kematian balita. Selain dampak kesehatan, pernikahan dini juga menimbulkan kendala administratif yang memengaruhi pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di Puskesmas.

“Sebaiknya disiapkan dulu terkait KTP dan KK sebelum menikah. Masalah administrasi ini sering kali mengganggu tempo pelayanan yang seharusnya bisa cepat,” imbaunya kepada masyarakat agar menghindari pernikahan dini.

Dr. Beny juga berharap adanya bantuan untuk perbaikan infrastruktur yang memadai di Puskesmas Klatakan, terutama terkait keamanan.

BACA JUGA :   Peran Filsafat Islam dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kesehatan untuk Mengawal Kepatuhan Terapi Pasien Diabetes

“Beberapa kali terjadi kasus pencurian motor di area Puskesmas. Anggota Komisi B DPRD Jember, Ibu Indi Naidha, saat berkunjung ke sini menyampaikan akan membantu mengawal dan memperjuangkan bantuan ini,” pungkasnya. (Yunus)

[fb_button]

Komentar Facebook
Tag:

Tinggalkan Balasan

Post Lainnya