JEMBER, Pak JITU.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Jember. Filza Isnaini, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 9 Jember, berhasil menjadi salah satu penerima Teacher Grant dalam ajang bergengsi iTELL Conference 2026 yang berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di Institut Mpu Kuturan, Singaraja, Bali.
Konferensi internasional tersebut merupakan forum pengembangan profesional guru Bahasa Inggris yang diselenggarakan secara berkala setiap dua tahun sekali. Kegiatan ini mendapat dukungan khusus dari RELO (Regional English Language Office), lembaga yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dan berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia.
Keberhasilan Filza Isnaini menjadi penerima Teacher Grant menjadi pencapaian istimewa karena proses seleksi yang cukup ketat. Selain memperoleh kesempatan mengikuti konferensi internasional, para penerima hibah juga mendapatkan dukungan pembiayaan penuh untuk transportasi, akomodasi, serta kegiatan selama konferensi berlangsung.
Dalam forum tersebut, Filza tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil sebagai pemateri dalam sesi paralel dengan membawakan presentasi berjudul “Speaking to Connect: Building Confidence and Cultural Understanding via Zoom.” Melalui materi tersebut, ia memaparkan praktik baik pembelajaran yang telah diterapkan di SMPN 9 Jember dalam membangun kepercayaan diri siswa sekaligus memperluas pemahaman budaya lintas negara melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kehadiran Filza di forum internasional tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi pendidikan di Kabupaten Jember kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Pendekatan pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan penguatan aspek pedagogi menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam konferensi tersebut.
Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran yang lahir dari sekolah daerah mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat internasional. Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa guru-guru di Jember memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan global melalui praktik-praktik pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain menjadi kebanggaan bagi SMPN 9 Jember, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan berani menunjukkan karya terbaik di forum yang lebih luas.
Filza Isnaini: Berawal dari Program Pertukaran Pelajar Virtual dengan Jepang
Saat dikonfirmasi, Filza Isnaini menjelaskan bahwa keberhasilannya memperoleh Teacher Grant berawal dari proses seleksi yang dibuka sekitar bulan April 2026. Awalnya ia hanya berencana mengikuti konferensi sebagai peserta biasa, sebagaimana yang pernah dilakukannya pada iTELL Conference tahun 2024.
Namun di tengah proses persiapan, panitia mengumumkan adanya program Teacher Grant hasil kerja sama dengan RELO yang memberikan kesempatan kepada sejumlah guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti konferensi dengan dukungan penuh.
“Yang ikut seleksi saat itu sekitar 74 guru dari seluruh Indonesia. Untuk peserta dari luar Singaraja dipilih 16 guru, dan Alhamdulillah saya menjadi salah satunya. Peserta lainnya berasal dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Dari Jember kebetulan hanya saya,” ujar Filza.
Ia menjelaskan bahwa salah satu syarat seleksi adalah mengirimkan video praktik baik pembelajaran berdurasi 10 menit. Video yang dikirim menampilkan kegiatan student exchange atau pertukaran pelajar virtual yang telah dijalankan SMPN 9 Jember bersama siswa di Jepang sejak Juni 2025 hingga saat ini.
“Dalam video itu saya melibatkan empat siswa SMPN 9 Jember. Program pertukaran pelajar virtual ini kami ikuti melalui informasi dari MGMP Bahasa Inggris. Topiknya berkaitan dengan multikultural dan penggunaan teknologi dalam pendidikan. Ternyata video tersebut lolos dan masuk kategori penerima Teacher Grant,” ungkapnya.
Filza mengaku sangat bersyukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, konferensi tersebut memberikan banyak pengalaman berharga sekaligus kesempatan bertukar pengetahuan dengan guru-guru dari berbagai daerah.
“Saya sangat senang dan bangga. Saya juga berterima kasih kepada siswa-siswa yang membantu saya dalam proses ini. Melalui konferensi ini saya mendapatkan banyak pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan berdiskusi tentang teknologi serta pedagogi dalam pendidikan. Yang menarik, fokusnya tidak hanya pada teknologi, tetapi juga bagaimana pedagogi tetap menjadi fondasi utama pembelajaran,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada iTELL dan RELO yang telah memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.
“Transportasi, akomodasi, dan seluruh kebutuhan selama lima hari di Bali ditanggung oleh penyelenggara. Dukungan ini sangat membantu para guru untuk bisa belajar dan berkembang,” tambahnya.
Ke depan, Filza berharap semakin banyak guru dari Jember yang berani mengikuti program-program pengembangan profesional bertaraf nasional maupun internasional.
“Saya berharap dua tahun lagi di iTELL Conference akan ada lebih banyak guru luar biasa dari Jember yang ikut dan lolos Teacher Grant. Kalau bisa dari SMPN 9 Jember juga semakin banyak. Saya juga berharap ada dukungan informasi dan publikasi yang lebih luas dari pemerintah daerah agar kesempatan-kesempatan seperti ini diketahui lebih banyak guru,” tuturnya.
Kepala SMPN 9 Jember Bangga Guru Berprestasi di Tingkat Internasional
Sementara itu, Kepala SMPN 9 Jember, Khulashah, M.Pd.I, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih salah satu guru di sekolah yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah saya sangat bangga sekali terhadap guru-guru kami. Ternyata guru kami bisa go internasional, bukan hanya dikenal di lingkup Jember, tetapi juga mampu meraih penghargaan dan mengikuti kegiatan bertaraf internasional melalui program yang didukung Kedutaan Besar Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut Khulashah, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik di SMPN 9 Jember untuk terus berkarya dan berbagi praktik baik dalam dunia pendidikan.
“Semoga pengalaman yang diperoleh Ibu Filza bisa ditularkan kepada guru-guru lain, khususnya di SMPN 9 Jember dan Kabupaten Jember. Saat ini beliau sudah memberikan warna dan menjadi bintang di SMPN 9 Jember. Harapan saya guru-guru lain juga bisa memberikan warna yang sama sehingga berdampak positif bagi prestasi siswa,” katanya.
Ia juga berharap prestasi tersebut dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap SMPN 9 Jember dengan menonjolkan berbagai capaian positif yang dimiliki sekolah dan para siswanya.
“Saya ingin SMPN 9 Jember ikut mewarnai dunia pendidikan di Jember. Jangan hanya melihat sisi negatifnya, tetapi juga berbagai prestasi dan hal positif yang ada. Anak-anak kami memiliki banyak potensi yang perlu diangkat dan disuarakan kepada masyarakat luas. Mereka mampu memberikan kontribusi dan mewarnai dunia pendidikan, baik di Jember maupun di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.






















